Sulaeman Banten’s

Fisafat,Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran

ANALISIS TEORITIK TENTANG PENDIDIKAN ISLAM
A. Definisi Pendidikan Islam
Pendidikaan Islam meerupakan rangkaian kata yang terdiri dari kata “ Pedidikan “ dan “Islam”, kedua kata tersebut mengandung arti yang berlainan.
Untuk mendapatkan pengertian dari kedua kata tersebut di atas dapat ditinjau dari dua segi yaitu pengertian menurut asal bahasa dan menurut istilah. Menurut asal bahasa, pendidikan berasal dari kata-kata dasar “didik” ditambah awalan “pe” dan akhiran “ an” yang berarti : “cara-cara mendidik atau memelihara dan memberi latihan”
Pendidikan ialah sarana atau metode atau media yang dapat membuat individu mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, yang dapat memberikan individu petunjuk untuk melakukan sesuatu sesuai dengan norma–norma atau nilai-nilai yang berlaku. Pendidikan yang benar adalah pendidikan yang bermutu, dalam artian pendidikan yang diberikan itu sesuai atau berfungsi sesuai dengan tujuan pendidikan itu diberikan. Pendidikan di Indonesia ibarat ombak laut, kadang pasang kadang surut, inilah salah satu kendala yang sedang dihadapi kita sebagai warga negara indonesia. Memang tidak mudah jika kita ingin pendidikan kita maju tetapi para ‘pembesar’ tidak berpikran sama seperti kita. kita hanya bisa berusaha semampu kita dan berdoa semoga pendidikan di indonesia dapat lebih maju dalam jangka waktu kedepan. Berbicara mengenai pendidikan, sebenarnya apa pendidikan itu? kemudian pendidikan yang benar itu seperti apa? trus gimana dengan pendidikan di Indonesia sendiri? Pendidikan itu dalam arti universal segala sesuatu yang mendidik terutama dalam hal-hal yang berbau positif ataupun negatif. Apapun yang manusia kerjakan berdasarkan keingintahuan,penasaran maupun minat akan sesuatu itu merupakan jenis pendidikan.sayangnya kategori yang kita sebut pendidik dinegara kita terutamanya kurang respons akan makna mendidik dan bagaimana cara mendidik yang benar.salah dan benar itulah pendidikan.mungkin itu dulu sebagai cuap-cuap dari saya. Mungkin ada tambahan lainnya?
1). Dari kata-kata itu pda dasarnya mengandung maksud yang sama. Adapun pengertian pendidikan menurut istilah banyak dikemukakan para ahli pendidikan yang masing-masing mempunyai argumentasi yang berbeda-beda diantaranya : Menurut Mahmud Yunus dalam bukunya ia mengatakan : Pendidikan ialah mengadakan pengaruh bermacam-macam pengaruh yang dipilih dengan sengaja untuk menolong anak–anak supaya meningkat maju jasmani, akli dan ahlaknya sehingga sampai dengan berangsur-angsur ke tingkat kemampuan yang mungkin dicapai, supaya anak-anak itu berbahagia dalam kehidupan perorangan dan kemasyarakatan dan semua amal yang dikerjakannya lebih baik serta berguna untuk masyarakat 2) . Soegarda purbakawatja mengemukakan : Pendidikan dalam arti yang luas meliputi perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya serta keterampilannya (orang menamakan ini juga mengalihkan kebudayaan dalam bahasa Belanda Culturoverdracht) kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi fungsi baik jasmaniah maupun rohaniah.3) Zahara Idris berpendapat : Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan antara manusia dewasa dengan sianak didik secara tatap muka atau dengan menggunkanmrdia dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembnangan anak seutuhnya, dalam arti supaya dapat mengembangkan potensinya semaksimal mungkin, agar menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab.4) Menurut Djaka Ema Jain “Pendidikan adalah sekalian usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak berupa pimpinan dalam perkembangan jasmani dan rohani, dan mempunyai tujuan supaya anak didik kelak sanggup melaksanakan tugas hidupnya sebagai individu dan anggota masyarakat”.5 Dari perkambangan beberapa pendapat tersebut di atas walaupun berbeda redaksinya tetapi tedapat kesatuan isi dan kesamaan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya yaitu bahwa pendidikan adalah suatu proses bimbingan atau tuntunan yang dilakukan secara sadar,untuk membawa anak-anak didik kearah kehidupan yang lebih sempurna yang didalamnya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
1. Usaha (kegiatan) yang bersifat bimbingan atau pertolongan .
2. Dilakukan secara sadar
3. Ada pendidik, pembimbing atapenolong
4. Ada yang di didik atau terdidik
5. Ada alat-alat yang digunakan
Kata Islam menurut asal bahasa mengandung arti “damai” karena Islam berasal dari kata “salima” , “Islam’ juga mengandung makna : masuk dalam maupun antara manusia dengan Allah”
6) .Islamdalamarti lain yatiu “patuh dan tunduk”
7), berserah diri karena Islam berasal dari kata aslama. Maulana Muhammad memberikan pengertian Islam dengan membagi kedua pengertian yaitu : Islam mempunyai dua pengertian, dua pengertian,pertama kata Islam masuk dalam perdamaian, dan orang muslim ialah orang yang damai dengan Allah, dan damai dengan manusia. Pengertian kedua, Islam berserah diri dengan sepenuhnya manaklukan hawa nafsu kepada Allah dan menjalankan perintah –Nya.8) Dengan demikian pengetian Islam dalam Bahasa Indonesia yatiu damai, sejahtera,hubungan serasi,patuh, tunduk dan berserah diri. Sedangkan Islam menurut istilah sebagaimana
Prof. Dr. Harun Nasution Mengatakan “Islam adalah….agama yang ajaran-ajaranya diwahyukan Allah kepada Masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul”
9) H. Endang Syaifuddin Anshari dengan panjang lebar menjelaskan bahwa Islam adalah :  Wahyu diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulnya untuk diteruskan kepada segenap umat manusia, sepanjang masa dan setiap tempat.  Satu system keyakinan dan tata ketentuan yang mengatur segala pri kehidupan dan penghidupan manusia dalam berbagai hubungan, baik hubungan manusia dengan sesama manusia maupun manusia dengan alam lainnya (nabati, hewani dan lain sebagainya).
10) Dengan demikian maka jelaslah bahwa Islam adalah Wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad S.A.W untuk diteruskan kepada masyarakat manusia yang ada didalamnya berisikan petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan kehidupan manusia di muka bumi ini yang pelaksanaannya telah telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Adapun orang yang dalam hidupnya sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W dikatakan muslim. Sedangkan orang yang masuk ke dalam Islam tujuannya mencari keselamatan dan kedamaian, dengan cara melaksanakan ajaran Allah, patuh dan taat kepada perintahnya. Berdasarkan pengertian pendidikan dan pengertian Islam tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan Islam adalah usaha orang dewasa untuk membantu dan mengarahkan fitrah manusia menuju ke arah pembentukan kepribadiannya sampai titik maksimal berdasarkan ketentuan ajaran Islam, sebagaimana Ahmad D. Amrimba mengatakan : “Pendididkan Islam itu ialah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam yang menuju kepada terbentuknya kepribadian yang utama menurut ukuran-ukuran Islam”.
11) Selanjutnya ia mengatakan bahwa yang dimaksud kepribadian utama adalah “kepribadian memiliki nilai-nilai agama Islam, dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai agama Islam, dan bertanggung jawab sesuai nili-nilai Islam” .
12 Drs. Burlian Somad mengatakan “Suatu pendidikan dikatakan pendidikan Islam jika pendidikan itu bertujuan membentuk individu menjadi bercorak diri berderajat tertinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adalah ajaran Allah”
13. B. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam Dasar pendidikan Islam ialah Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana Ahmad D. Marimba mengatakan “Apakah dasar pendidikan isam ?. Singkat dan tegas ialah Firman Allah dan Sunnah Rasulullah SAW. Kalau pendidikan diibaratkan bangunan, maka isi Al-Qur’an dan Haditslah yang menjadi fundamennya”
14. Al Qur’an yang merupakan firman Allah itu adalah sumber kebenaran utama yang tidak dapat diragukan lagi, oleh karena itu Al Qur’an dijadikan sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalankan tugasnya. Allah SWT berfirman : ﺸﻬﺭﺭﻤﻀﺎﻥﺍﻠﺫﻯﺍﻨﺯﻝﻔﻴﻪﺍﻠﻗﺭﺍﻥﻠﻠﻨﺎﺱﻭﺒﻴﻨﺕﻤﻥﺍﻠﻬﺩﻭﺍﻠﻔﺭﻗﺎﻥ(ﺍﻠﺒﻗﺭﺓ۱۸۵ “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah ) bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil” ( Al Baqarah : 185)
Isi Al Qur’an itu sangat luas disamping membicarakan masalah yang berhubungan dengan ibadah juga membicarakan masalah keduniaan seperti muamalat (jual beli), munakahat ( nikah), jinayat (hukum Islam ) dan sebagainya. Oleh karena itu pendidikan Islam sebagai sarana dalam untuk memberikan petunjuk bagi kehidupan, baik dalam bertindak maupun dalam berbuat serta dalam rumusan tujuan pendidikannya harus disesuaikan dengan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Al Qur’an. Firman Allah SWT ﻤﺎﻔﺭﻁﻨﺎﻓﻰﺍﻟﻜﺘﺎﺏﻤﻥﺸﻴﺊﺜﻡﺍﻠﻰﺭﺒﻬﻡﻴﻌﺸﺭﻭﻥ Artinya : “Tiada kami alpakan sesuatupun di dalam al kitab kemudian kepada Allahlah mereka dihimpunkan” ( Al An’am : 38)
Alat tersebut menunjukan bahwa kandungan Al Qur’an sangat luas mencakup segala aspek termsuk pendidikan dengan segala bentuknya, dengan demikian Al Qur’an merupakan dasar pendidikan Islam yang pertama. Firman Allah SWT : ﻴﺂﺍﻴﻬﺎﺍﻟﺫﻴﻥﻤﻨﻭﺍﺍﻁﻴﻌﻭﺍﺍﻟﻟﻪﻭﺍﻁﻴﻌﻭﺍﺍﻟﺭﺴﻭﻝﻭﺍﻭﻠﻰﺍﻻﻤﺭﻤﻨﻜﻡ) ﺍﻟﻨﺴﺂﺀ:۹۰ ( Artinya : “Hai Orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan Ulil Amri diantara kamu”.(An-Nissa : 59) Sunah rasul adalah penjabaran lebih lanjut dan ketentuan yang terkandung dalam Al Qur’an , oleh karena itu sunnah Rasul dijadikan pendidikan Islam kedua setelah Al Qur’an. Rasulullah SAW bersabda : ﺘﺭﻜﺕﻓﻴﻜﻡﺍﻤﺭﻴﻥﻠﻥﺘﻀﻟﻭﺍﻤﺎﺘﻤﺴﻜﺘﻡﺒﻬﻤﺎﻜﺘﺎﺏﺍﻟﻟﻪﻭﺴﻨﺔﻨﻴﻪ Artinya : “Kutinggalkan untuk kamu dua pekara (pusaka) takkan tersesat selama kamu masih berpegang kepada keduanya, Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya”
Dengan demikian dasar pendidikan Islam disamping bersumber kepada Al Qur’an juga bersumber pada As-Sunnah.
15) Perjuangan hidup manusia untuk mencapai cita-citanya tentu tidak terlepas dari pendidikan, sebab suatu perjuangan bila hanya mengandalkan pisik tanpa dilandasi pendidikan dan pengetahuan usaha yang matang sulit rasanya untuk mencapai tujuan. Pendidikan mempunya peranan penting dalam membimbing dan mengarahkan tujuan hidup manusia,sebab pendidikan bukan sekedar mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi, akan tetapi dengan pendidikan dapat mengubah dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki seseorang, oleh sebab itu pendidikan adalah merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, baik dalam kehidupan keluarga, dalam kehidupan berbangsa maupun dalam kehidupan bernegara. Mengingat pendidikan itu sangat berperan bagi kehidupan maka hampir seluruh Negara menangani secara langsung masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan. Djamaludin Amin mengatakan : “ Alangkah pentingnya pendidikan tiu bagi manusia dari kecilnya, karena itu yang akan menjadi senjata hidupnya dan yang akan menentukan nasibnya”.
16) Dengan demikian “kedudukan itu secara tidak langsung telah menempatkan pendidikan sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan hidup dan kehidupan umat manusia”
17) Bagi bangsa Indonesia sendiri, pendidikan itu merupakan seuatu hal yang sangat penting, karena Bangsa kita sedang terus membangun untuk kemajuan dalam segala hal. Dengan demikian pandidikan di Indonesia adalah menciptakan manusia sesuai dengan tujuan pembangaunan. Sebagimana H.M Arifin, M.Ed menjelaskan : Fungsi pendidikan dinegara kita adalah kitauntuk mensukseskan pembangunan nasional dalam pengertian seluas-luasnya, karena pendidikan kita diarahkan kepad terciptanya manusia bertaqwa yang bermental membangun, yang memiliki keterampilan, berilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan pembangunan negara, serta memiliki akhlaq yang luhur dengan kepribadian yang bulat dan harmonis rohaniah.
18) Pendidikan Islam mempunyaitempat yang penting dalam menunjang terlaksananya pembangunan nasional, karena pembangunan dinegara kita bukan hanya dibidang pisik juga di bidang rohaniah. Suatu pembangunan tanpa diiringi atau ditunjang oleh pembangunan spiritual akan berakibat buruk. A. Hasjmy mengatakan : Sejarah telah membuktikan bahwa suatu bangsa yang melalaikan atau mentiadakan sama sekali “Pendidikan Agama”, sehingga rohani atau mental spiritual dari bangsa itu menjadi mangsa yang empuk bagi kaum agresor, sekalipun jasmani mereka kuat, baik ekonomi/keuangan ataupun alat-alat pertahanan.
19 Zainal Abidin Ahmad menjelaskan pentingnya pendidikan agama, ia mengatakan : Di antara pendidikan yang sangat diperlukan bangsa kita, maka pendidikan Agama mengambil tempat yang paling terdepan, suatu pendidikan yang bukan hanya mengisi otak anak-anak didik dan membentuk budi akhlaq mereka, tetapi juga menghujamkan sedalam-dalamnya kedalam hati nurani mereka akan “keimanan” dan “ketauhidan” yang semurni-murninya.
20) C. Fungsi Pendidikan Islam Setiap perbuatan atau usaha tanpa dilandasi tujuan yang jelas tidak mempunya arti apa-apa, tidak tentu arah, bagaikan kapal tanpa nahkoda, Drs. Suwarno mengatakan,”Tujuan itu menunjukan arah dari suatu usaha, sedangkan arah tadi menunjukan jalan yang harus ditempuh dari situasi sekarang kesituasi berikutnya.
21) Sedangkan Drs. Ahmad D Marimba menjelaskan bahwa : tanpa adanya antisipasi (pandangan ke depan)kepada tujuan, penyelewangan akan banyak terjadi demikian pula kegiatan-kegiatan yang tidak efesien” ) Dengan demikian faktor tujuan dalam pendidikan merupakan hal yang sangat penting, dengan kata lain setiap pendidikan dalam bentuk apapun mesti mempunyai tujuan tertentu, sebab faktor tersebut menentukan arah pembentukan dan pembinaan anak didik. Prof. DR Slamet Imam Santoso mengatakan, tujuan pendidikan adalah : Mengembangkan semua bakat dn kemampuan seseorang, baik yang masih anak maupun yang sudah dewasa sedemikian rupa, sehingga perkembangan tadi mencapai tingka, optimum dalam batasan hakekat orang tadi. Pengembangan optimum ini mendasari kemampuan manusia untuk hidup dan bertahan dalam masyarakat secara terhormat.
23). Menurut Zaenal Abidin Ahmad, ia merumuskan tujuan pendidikan dengan mengatakan “Tujuan pendidikan ialah meletih seorang anak didik supaya membiasakan dir untuk berdiri diatas kakinya dan harus mampu memandang jauh ke depan, kemasa detang yang bakal ditempatinya”.
24) Berdasarkan dua pendapat tersebut di atas penulis mengembil kesimpulan bahwa tujuan pendidikan itu adalah mengarahkan si terdidik menjadi dewasarohani dan jasmani dalam arti sanggup berdiri sendiri atau mengarahkan kepada terbentuknya kepribadian yang utama. Kesimpulan tersebut duperkuat olehseorang filosof Jerman (1724-1804) yang bernama Imanuel Kant, ia berppendapat bahwa tujuan pendidikan ialah membawa manusia ke arah kesempuernaan yang mungkin di capai “
25) . Lain lagi dengan Herbart seorang ahli didik kebangsaan Jerman , ia memberi rumusan tujuan pendidikan lebih menekankan kepada tercapainya seorang anak didik. Bagi Negara Indonesia tujuan itu mesti sesuai dengan cita-cita Bangsanya yang berdasarkan Pancasila. Dalam GBHN ini Tap MPR No II/MPR/1983 telah merumuskan tujuan pendidikan sebagai berikut : Pendidikan nasional berdasarkan pancasila, bertujuan untuk meningkat ketawaan terhadap Tuhan YME. Kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangasaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa
27) Kiranya hal tersebut di atas sejalan dengan butir- butir pokok pendidikan Islam, dengan kata lain tujuan pendidikan nasional tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan Islam, karena dalam pendidikan Islam pun menghendaki terbentuknya pribadi –pribadi . muslim yang taat dan patuh kepada ALLah berdasarkan ajaran –ajaran Islam yang bersumber dari Al quran dan As- Sunah . Untuk lebih jelasnya tujuan pendidikan Islam kita tinjau uraian sebagai berikut : Prof. DR Mahmud Yunus mengatakan “tujuan pendidikan Islam ialah untuk menyiapkan anak- anak ,supaya di waktu dewasakelak cakap melakukan pekerjaan dunia dan amalan akhirat , sehingga tercipta kebahagian bersama dunia dan akhirat.
28) Sedangkan Burlian Somad mengatakan bahwa “ tujuan pendidikan itu harus samadan sebangun dengan tujuan hidup manusia “.
29) pendapat diatas sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh Ahmad D. Marimba, ia mengatakan “ sesungguhnya tujuan pendidikan Islam, adalah identik dengan tujuan hidup setiap orang muslim”.
30) Tujuan hidup seorang muslim adalah mengabdikan dirinya kepada Allah, sebagai mana Allah berfirman : ﻭﻤﺎﺨﻟﺕﺍﻟﺠﻥﻭﺍﻹﻨﺱﺍﻻﻟﻴﻌﺒﺩﻭﻥ (ﺍﻟﺩﺭﻴﺎﺕ:٥٦) Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-ku. ( Adz-Dzaariyat : 56 ) Arti menyambah diatas adalah mengabdikan diri, bukan hanya sekedar sholat yang lima waktu saja, tetepi termasuk menuruti segala yang dikehendaki oleh Allah SWT, menghindarkan dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang-Nya. Dengan demikian tujuan Allah mengadakan dan menghidupkan manusia di muka bumi ini adalah agar manusia itu mengabdi kepada Allah, dengan kata lain tujuan hidup manusia adalah mengabdikan diri kepada Allah SWT. ﻭﺒﺘﻎﻓﻴﻤﺎﺍﺘﻙﺍﻟﻟﻪﺍﻟﺩﺭﺍﻻﺨﺭﺓﻭﻻﻨﻔﺱﻨﺼﻴﺒﻙﻤﻥﺍﻟﺩﻨﻴﺎ )ﺍﻟﻗﺼﺭ:۷۷( “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negri akhirat, dan janganlah kanu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi. (Al-Qashash: 77).
Ayat tersebut mengandung maksud bahwa : manusia dalam hidupnya bukan hanya untuk mencari kepentingan akhirat, duniapun tidak boleh dilupakan, sebab mengabaikan nasib kita di dunia dapat berakibat sempitnya sarana untuk memperoleh kebahagiaan di akhirat, dengan kata lain bahwa ajaran Islam itu sebenarnya tidak hanya mempersiapkan manusia untuk secara aman dapat memasuki alam akhirat saja, akan tetapi ajaran Islam banyak memberikan pedoman kepada manusia di dunia ini. D. Methode Pendidikan Islam Methode pendidikan Islam adalah suatu metode pendidikan yang mengarahkan keseimbangan antara kebutuhan dunia dan kebutuhan akhirat serta tidak terikat oleh status dan tidak pula dibatasi oleh usia. Artinya, siapapun, kapanpun dan dimanapun methode pendidikan Islam akan berlangsung dengan selalu berpedoman kepada Al-Qur’an dan sunnah rosul baik melalui proses penglihatan , pendengaran, ucapan ataupun tingkah laku maupun adanya proses timbal balik yang mencakup seluruh organ tubuh secara bersama.
Methode pendidikan Islam hanya dibatasi oleh tingkat usia dan tingkat nalar seseorang , seperti halnya Drs.H.A.Hasan Gaos menyatakan : Anak usia 5-15 Tahun Secara psikologis-paedagogis banyak mengundang banyak masalahdengan ditandai oleh karakteristik sebagai berikut:
(1) Usia bandel sebab mereka lebih senang pada kawan sebayanya.
(2) Usia awal mempelajari dasar-dasar pengetahuan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan orang dewasa denan hanya mengandalkan perbuatan.
(3) Usia berkelompok dalam rangka mencapai kaat sepakat.
(4) Usia bermain.
31) Dan pendapat tersebut diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa methode pendidikan Islam secara umum bersifat kerucut, dimana semakin tinggi usia seseorang maka akan semakin banyak penngetahuan atau pendidikan yang didapatnya, semakin banyak pengetahuannya mak akan semakin mapan dalam mengendalikan dirinya.
Sehingga benturan dan permasalahan apapun yang di hadapinya akan mampu di atasinya.

1 Komentar »

  1. SAJAK BUAT GURU OLEH ; BAPAK’E Kurikulum bukan kitab suci Pemerintah bukan Dewa atau Tuhan Negara bukan agama Pengawas dan Kepala Sekolah bukan malaikat Sekolah bukan surga atau neraka Apa yang harus kau lakukan? Jangan kau biarkan hatimu cemas Jangan kaubiarkan langkahmu gamang Tatap bola mata anak-anak itu Pijarnya menyiratkan semangat Mereka ingin kaujadikan manusia Mereka ingin menjadi diri sendiri Apa yang kau risaukan? Biarkan otak mereka mengolah isi dunia Biarkan tangan mereka mengaji alam semesta Biarkan hati mereka menggapai Sang Maha Pencipta Ajari mereka tentang kearifan matahari Tentang apa yang perlu dan tidak perlu dikelola Ajari mereka dengan tembang kasih sayang Tentang perbedaan bukan untuk dipertentangkan Katakan,otak dan rasa butuh keseimbangan Teknologi dan estetika perlu etika Karena keseimbangan dan etika Akan melahirkan makna dan manfaat tak terbatas Seperti Tuhan telah menata Langit dan bumi , rembulan dan matahari Bukan untuk dipertentangkan Tanpa olah otak,otak adalah bencana bagi manusia Tanpa olah rasa,rasa adalah tiran bagi manusia Seperti halnya Belajar Mengajar Belajar Mengajar itu kompetensi yang menyenangkan Belajar Mengajar itu kebenaran merambah siang dan malam Belajar Mengajar itu perjuangan menata kehidupan Belajar Mengajar itu Ibadah meniti usia Belajar Mengajar itu wajib hukumnya Belajar Mengajar itu bisa dimana-mana Dan . .,Tuhan telah sediakan Kurikulumnya, Iman dan Taqwa Silabusnya, Hati nurani kita RPP-nya, Amal dan perbuatan kita Hasil evaluasinya, Surga dan neraka

    Komentar oleh sulaemanbanten — Mei 17, 2009 @ 10:13 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: